Sabtu, 31 Desember 2011

Rinai Akhir Desember

Kusambut senyum mentari pagi dengan semangat
Sapa sang kedasih riang menambah indah suasana
Semilir angin bermain-main disela ranting
Lembut sapamu menentramkan galau rasa hatiku
Namun….cerah mentari kini menghilang
Awan telah menutup serinya
Mendung berarak menghitam mengulung
Kilatan lidah menggelegardipekat gumpalan hitam
Lembut sapamu pun  terasa menggelegar
Rinai akhir desember mulai berjatuhan
Deras dan semakin deras
Laksana Kristal-kristal bening di kedua belah pipiku
Hancur luluh rasa dihatiku
Remuk berkeping-keping
Telah kau undang rinai akhir desember yang memilukan
Tiada lagi sinar mentari yang tersenyum di akhir desember
Tiada lagi kicauan riang kedasih
Rinai akhir desember
Kenangan terpahit dalam hatiku
Takkan lagi ada sapa untukmu
Meski ku tahu, ini akan sangat menyakitkan hatiku
Rinai akhir desember, pilu yang menusuk kalbu

0 komentar:

Poskan Komentar

Blog ini DOFOLLOW. Tuliskan comentar Anda, Anda akan mendapatkan blaclink secara otomatis.