Jumat, 01 Juni 2012

Masih Mencintaimu

Aku masih mencintaimu hingga detik ini
Dan mungkin sampai nanti
Meski ku tahu cintamu telah luntur
Meski ku tahu ....

Aku masih mencintaimu
Karna aku sungguh tak sanggup mengusir rasa ini untukmu
Tak sanggup menghapus bayangmu dari mata hatiku
Tak sanggup mengabaikan lirih rindu menyapa sunyiku

Tak peduli kau telah tusukkan duri di hatiku
Tak peduli kau telah acuhkan perasaanku
Biarkan cinta ini abadi di hatiku
Hingga ajal menjemputku

Apapun adanya dirimu
Aku tak sanggup melupakanmu
Tapi percayalah....
Aku tak ingin mengusik kebahagiaanmu
Aku hanya ingin melauhkan perasaanku



 
READMORE - Masih Mencintaimu

Sabtu, 26 Mei 2012

Jeritan Hatiku "UNTUKMU" Yang Kuberi Cinta

Sengaja kutulis jeritan hatiku "untukmu" yang kuberi cinta. Masih dengan satu pengharapan yang sama agar engkau dapat dengan mudah menemukan goresan suara hati ku. Jeritan tangis "untukmu" yang kuberi cinta.

Aku terus berusaha mencari tahu keberadaanmu. Dan syukur beberapa waktu lalu aku dapat menemukan nomor ponselmu. Sesaat kebehagiaan begitu membuncah di hatiku. Mendung di langitku serasa menghilang. Kuncunpun bermekaran. Meski tak dapat kita bertemu, mendengarkan suaramu, mengetahui keadaanmu sudah cukup membahagiakan hatiku.

Tapi, beberapa minggu kemudian engkau menghilan, Nomor ponselmu pun tak dapat kuhubungi.Hatiku mulai gelisah. Dan ketika siang itu ponselku berdering, sederet nomor yang sudah kuhapal luar kepala muncum, darahku seresa lebih cepat mengalir. Engkau menelponku.

Hingga sore itu entah untuk yang keberapa kali engkau menelpon ku. Dan kau katakan bahwa kau telah bersama "DIA". Menyatu dan mengikat janji suci dengan"NYA". Jujur ku akui aku terkejut, hatiku serasa hancur. Aku sangat terpukul. Padahal aku sadar, aku pun telah terikat dalam sebuah ikatan suci.

Untuk beberapa saat aku terpuruk. Ada kesedihan yang mengendap di dadaku. Ada perih terasa menggores sanubari ku. Itu semua membuat hatiku kacau, rinai desember memenuhi hari-hariku.

Hingga di awal pergantian tahun beberapa bulan lalu, aku tersadar. Dan aku tersenyum. Aku bahagia. Aku tak perlu lagi mencemaskan keadaanmu. Kamu pasti sudah bahagia. Sudah ada yang menjaga mu melebihi penjagaan do,aku. Ada yang menyayangi dan mencintaimu, dan pasti sayang dan cintaya"NYA" jauh lebih besar dari sayang dan cintaku padamu.

Cintaku, jika kau suatu saat nanti menemukan serpihan suara hati ini, bacalah dengan perlahan, agar tak ada satu bagian pun yang tertinggal. Tak ada maksud apa pun di balik ini semu. Aku hanya berharap engkau mengerti, betapa saat kepergian mu di setiap malam-malam sunyi ku, aku merindukan mu.

Mungkin seumur hidupku aku tak akan pernah bisa melupakanmu, tapi setidaknya aku akan berhenti memikirkanmu. Engkau kan tetap ada di bagian terdalam hatiku, dan dengan tulus dan ikhlas aku telah memaafkan semua yang telah kau lakukan padaku, meski engkau tak pernah memintanya. Asal kau tahu aku resah dengan bayanganmu yang masih saja menghantui kehidupanku.

Aku kan terus berusaha melupakanmu. Semoga "DIA" bisa membuatmu lebih bahagia. Semoga "DIA" adalah sosok sempurna yang kau cari dan semoga "DIA" bisa menerimamu seutuhnya. Aku benar-benar tulus mendo'akan mu. Bahkan do'a ku untukmu terkadang terlalu berlebihan. Tapi do'a-do'aku itu tulus, setulus rasa cintaku untukmu. Yang tak pernah mengharapkan balasan apa pun darimu.  Semoga Tuhan selalu melindungi mu dan semoga Tuhan selalu memberikan kebahagiaan untukmu bersama"NYA"

Aku telah menemukan seseorang sebagai pengganti mu, dan aku tak mencari pengganti yang sempurna seperti mu. Aku lebih bahagia, karena seseorang itu lebih mencintai aku dengan tulus. Dan dengan hidup denganku dia merasa bahagia. Seseorang yang merasa betapa beruntungnya dia memiliki ku.

Aku tahu mencintai tak harus memiliki, mencintai adalah ketika melihat yang kita cintai itu bahagia. Dan kebagahiaanmu ada bersama "DIA". BAHAGIALAH ENGKAU BERSAMANYA. "Tolong sampaikan pesanku  padanya" untuk mencintai dan menyayangimu selamanya. Karena aku tak kan pernah rela melihatmu terluka apalagi menderita. Jika kamu punya sedikit waktu luang, sedikit saja, tolong do'akan aku juga untuk kebahagiaanku. "Untukmu" yang kuberi cinta.



READMORE - Jeritan Hatiku "UNTUKMU" Yang Kuberi Cinta

Senin, 21 Mei 2012

Puisi Untukmu Sahabatku

Sengaja kutulis Puisi untukmu sahabatku.
Semoga puisi ini berkenan dihatimu

Maafkan aku sabahatku
Bukan aku mengabaikan kehadiranmu
Bukan aku tak mempedulikan sapaan lembutmu
Bukan...
Bukan maksudku mengabaikan hadirmu
Bukan pula karena tak mendengar sapamu


Sahabatku... Aku belum bisa mengunjungimu
Belum sempat membalas sapamu
Ini karena kesibukanku
Semoga Engkau mengerti keadaanku Sahabatku...

Aku tahu...
Dan aku yakin, sahabat selalu mengerti
Puisi untukmu


READMORE - Puisi Untukmu Sahabatku

Minggu, 13 Mei 2012

Senyumku Secerah Mentari

Secerah sinar mentari pagi 
Secerah langit yang biru
Secarah senyumku pagi ini 
Terima kasih telah menghubungiku 
Terima kasih telah menyapaku 
Ketahuilah olehmu 
Aku bukan ingin menyanding kembali ragamu 
Bukan ingin kembali dalam pelukan cintamu 
Aku hanya ingin mengetahui keadaanmu 
Dan itu sudah sangat membahagiakan aku 
Terima kasih menghubungiku 
Meski hanya sesaat mendengar suaramu 
Cukuplah itu pelepas setangkup rinduku 
Sapamu pagi ini, membuat senyumku secerah mentari 
Terima kasih cintaku "untukmu" yang kuberi cinta 
Terima kasih untuk sapamu pagi ini 
Lembut suaramu, menghapus galau hatiku
Terima kasih untukmu





 
READMORE - Senyumku Secerah Mentari

Kamis, 10 Mei 2012

"Untukmu" Yang Kuberi Cinta

Ruang dan waktu telah memisahkanmu dariku
Masih ku merinduimu dalam semu lamunanku
Menyayangimu meski tak mampu menyanding ragamu

Bila Nanti tiba waktu akhirku 
Dan tak mampu lagi genggam erat jemarimu
Ku ingin kau temui aku diujung nafasku
Genggam jemariku seperti senja yang lalu
 Berikan sesungging senyummu yang selalu kurindu

Bila nanti maut menjemputku
Antarkan kepergianku dengan tulus senyummu
Biar tenang ku menjauh darimu
"Untukmu" yang kuberi cinta





 
READMORE - "Untukmu" Yang Kuberi Cinta

Minggu, 06 Mei 2012

Tangisan Hati



Ku nikmati perih ini
Ku hadapi getir ini
Ku tahan sakit setiap sayatan yang mengiris hati
Pedih memang....
Sakit, nyeri di ulu hati
Aku terima pedas kata-katamu
Aku terima sindiran keras mu
Kau benar, aku sudah tak lagi berarti di matamu, di hatimu
Maafkan aku masih mencintaimu
Maafkan aku masih merinduimu
Andai saja aku bisa....
Andai saja aku mampu
Akan kubuang seluruh bayangmu, agar tak membayangi kehidupanku
Andaikan ada yang sanggup
Akan ku bedah hatiku, dan ku amputasi bagian yang terkena virus cintamu
Tapi kemana....????
Kemana aku harus mengamputasikan hatiku
Apa kau pikir aku sengaja menyimpan perasaan ini
Apa kau pikir aku sengaja menyimpan cinta ini
Tidak....
Aku telah mengusirnya berkali-kali
Apa kau tahu aku tersiksa dengan semua ini
Hatiku pedih, pedih karna cinta yang menyiksa ini
Kau tahu kenapa????
Karena separoh hatiku ikut pergi bersamamu
Separoh hatiku tersandra olehmu
Aku tersiksa
Tersiksa dengan kerinduanku padamu
Apa kau tahu...
Apa kau rasa...
Apa kau paham....
Desiran rindu yang menyayat kalbuku
 Aku tak ingin lagi menghubungimu
Apalagi memintamu menghubungiku
Aku ingin engkau bahagia
Aku ingin engkau tentram bersama "Dia"
Meski kutahu
Bahagiamu di atas pedih hati dan deraian airmata dukaku
Do'aku selalu untukmu
" SEMOGA KAU BAHAGIA"



 
READMORE - Tangisan Hati

Senin, 30 April 2012

Sepenggal Syair Rindumu Kasihku



Kuabadikan sepenggal syair rindumu kasihku 
Tentu saja agar abadi di halaman page blogku 
Seabadi kata-taka indahmu yang membekas di relung hatiku 

"kirimi gorengan cintamu 
campur-campur rindumu 
tambahi remuan kangenmu 
10 rb ae aku gelak laper" 

Syair rindumu kasihku 
Masih belum kuhapus dari ponsel bututku 
Di senja yang meremang malam ini Kubaca kembali syair rindumu 
Masih bergetar sanubariku, seperti saat pertama kubaca syairmu 
Bergetar lembut, selembut tiupan sang bayu

READMORE - Sepenggal Syair Rindumu Kasihku

Senin, 23 April 2012

Di Ujung Galau Hatiku


Senja itu di ujung galau hatiku 
Mendung mengulung dilangit putihku
Kelam, menambah pekat senja yang meremang malam
Perlahan gerimis senja mulai berjatuhan

          Di ujung galau hatiku
          Helaan nafas panjangku
          Mencoba menghalau keresahan jiwaku
          Keresahanku tentang dirimu
          Kecemasanku akan keadaanmu

Di ujung galau hatiku bilakah ada kabar darimu
Untukku yang sedang menunggumu
Ah...rinai kian deras diluar sana
Sederas kristal di pipiku
Yang terus mengalir di senja biru



 
READMORE - Di Ujung Galau Hatiku