Selasa, 22 November 2011

Dalam Sunyi Malam


Termenung aku dalam sunyi malam
Tak lagi mampu kuucap sepatah kata
Saat rembulan mencoba menyapaku
Berusaha ia merayuku membawaku dalam senyum
Namun ….
Angin tak hendak menyapaku dalam kelam
Ia hanya berbisik
Pada daun-daun kuning yang mulai berguguran
Ia pun berkata
Lihat rembulan mengintipmu dalam tangis
Akupun tak perduli
Saat sang malam mulai tenggelamkan hatiku
Mencoba meraba anganku
Yang mulai sadar
Merambat
Menggusik relung waktu
Dalam sunyi malam
Wajah rembulan masih berusaha menyentuhku
Dibelainya ranting-ranting kecil yang menutupi wajahku
Tak bergeming sedikitpun aku akan rayumu
Hatiku telah beku kini
Dan aku tak malu
Meski rembulan masih mengintip tangisku
Dalam sunyi malam yang kian mencekam

0 komentar:

Poskan Komentar

Blog ini DOFOLLOW. Tuliskan comentar Anda, Anda akan mendapatkan blaclink secara otomatis.