Senin, 23 April 2012

Di Ujung Galau Hatiku


Senja itu di ujung galau hatiku 
Mendung mengulung dilangit putihku
Kelam, menambah pekat senja yang meremang malam
Perlahan gerimis senja mulai berjatuhan

          Di ujung galau hatiku
          Helaan nafas panjangku
          Mencoba menghalau keresahan jiwaku
          Keresahanku tentang dirimu
          Kecemasanku akan keadaanmu

Di ujung galau hatiku bilakah ada kabar darimu
Untukku yang sedang menunggumu
Ah...rinai kian deras diluar sana
Sederas kristal di pipiku
Yang terus mengalir di senja biru



 

31 komentar:

  1. Ramngkaian kata yang indah membuat aku semakin merindu. Semoga doaku bisa menghangatkan tidur malammu.

    BalasHapus
  2. Karena untaian doamu
    Kini terlelap tidurku
    Dan karena untaian doamu
    Kini hangat tidur malamku


    Terima kasih sobat

    BalasHapus
  3. Salut buat mba Ida,terus terang ya mba kalau soal puisi aku angkat jempol buat mba..hee

    BalasHapus
  4. wahhh, keren nih sob :)
    saya suka banget

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih kunjungannya sobat, ditunggu kunjungan berikutnya

      Hapus
  5. Support terus untuk blog ini. Blog yang sangat luar biasa. Terus semangat

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih kamu selalu kasih aku support, semoga sukses untukmu

      Hapus
  6. wah blog yang penuh puisi dan seandainya diperbolehkan copy puisinya blog ini akan aku paste dihatiku hehehe..... Salam kenal ya juga buat yang lain

    BalasHapus
    Balasan
    1. silahkan dicopy, makasih tuk kunjunganya

      Hapus
  7. kunjungan perdana salam kenal juga to smua ditunggu kunjungannya..........

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih kunjungannya sobat, ditunggu kunjungan berikutnya.

      Hapus
  8. diujung hari awal gelap
    berpayungkan senja semburat
    aku tak pernah telat
    agar segera aku dapat
    kabar baikmu sungguh kuharap…

    BalasHapus
    Balasan
    1. diujung hari awal gelap
      hadirmu telah menjawab
      galau hatiku yang bergejolak hebat

      Hapus
    2. diujung awal gelap
      galauku telah lenyap


      hehehe :)

      Hapus
  9. Ternyata musim galau juga merambah ke mbak Ida nih. Gpp.. yang penting pulsa harus tetep di isi, biar saat galau bisa terus sms dan telpon hehehehe....

    BalasHapus
  10. ya, iyalah mas Arie, mudah-mudahan galaunya gak sampai merambah ke tempat mas Arie hehehehehe.....

    BalasHapus
  11. wahhh ,manteb nih sobat :)

    mampir balik yah

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih.....
      aku pasti mampir tunggu aj

      Hapus
  12. hehe.. kata-katanya ngeriii.. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. se-ngeri apa sih................

      Hapus
  13. kini galau yang kurasa
    karna impian telah sirna

    mengalir tetes demi tetes air mata
    yang tak rela akan hilangnya kisah kita

    oh Sang Pencipta
    Inikah Kenyataannya

    ehehehehe
    salam silaturahmi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hatiku tak galau karena kehilangan kisah cinta
      galauku karena tiada kabar berita

      Terimakasih kunjungannya sobat

      Hapus
  14. Kunjungan malam sobat
    maaf baru berkunjung
    puisinya kerennn
    meski senja melambangkan kesedihan tapi aku tetap suka senja

    BalasHapus
  15. Aku juga suka senja
    Meski kadang senja berpayung duka
    Makasih kunjungannya

    BalasHapus
  16. puisinya bagus mbak...tapi jangan galau lagi donk...hehe...

    BalasHapus
  17. Diujung galau hatiku
    yang bagaikan diterpa badao salju

    oh kekasihku
    tak tau kah jika ku merindukanmu
    tak sadarkah ku menantimu
    hingga galau diujung hatiku


    ekekekke
    salam silaturahmi

    BalasHapus
    Balasan
    1. sungguhkah engkau tak tahu
      atau engkau berpura padaku
      lewat angin ku kirim salam rindu
      namun engkau tetap membisu
      hingga kau selip galau diujung hatiku

      Hapus

Blog ini DOFOLLOW. Tuliskan comentar Anda, Anda akan mendapatkan blaclink secara otomatis.