Kamis, 05 Juli 2012

Masih Cintakah Engkau Padaku

Peluh rindu masih menetes di ruang kalbu
Saat kutanyakan " masih cintakah engkau padaku"
Mengapa hanya diam membisu
Jawablah tanyaku....

Jangan biarkan waktu ini membeku
menempel di dinding malam yang bisu
Jawablah tanyaku sayang...
Masih cintakah engkau padaku

Mengapa diam,.. apa rasamu telah larut bersama gelapnya malam
Apa rasamu telah luntur di telan kemunafikan
Atau karena egomu setelah bergumul dengan metropolitan
Jawablah tanyaku sayang....masih cintakah engkau padaku

Jika tidak ....
Untuk apa engkau selalu menemaniku dalam mimpi
Untuk apa saat ini engkau ada di sini
Untuk apa engkau menyapa sunyi jiwa ini
Untuk apa kau ketuk kembali pintu hati

Jawablah tanyaku sayang... masih cintakah engkau padaku
"Untukmu" yang kuberi cinta







32 komentar:

  1. aku masih cinta kok mbak, jangan khawatir ya....hehe

    BalasHapus
  2. masih cintakah engkau padaku,

    jawabnya "Tidak"

    tapi mengapa kamu mnegintipku,
    apa yang kutulis di status akun2 ku,
    dan kamu membuat akun baru,
    menyamar sebagai penggemarku,

    hmmm rupanya ada rindu,
    sama seperti rasaku,
    dihatiku masih mencintaimu,

    maka aku kan menunggu,
    sampai kamu mengaku...

    hikz...

    puisinya bagus... :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tak cintapun tak mengapa
      hatiku tak memaksa

      aku tak pernak ngintipin kamu
      dan aku tak pernah membuat akun baru dari statusmu
      apalagi berlagak menyamar sebagai penggemarmu
      sungguh aku memujimu
      bahkan kagum kepadamu, engkau selalu membalas setiap kunjunganku
      sungguh hatiku menjadi pilu karena kata-katamu
      semua itu kutulis dari hatiku
      sebagai pengalaman dan kisah hidupku

      jika rindu masih dapat bertaut kata
      berarti di hati masih ada cinta
      kini hatiku telah terluka, adakah seorang yang kan membebat luka

      jadi sedih, betul, betul sedih...

      Hapus
    2. aku sangat tahu,
      itu kau tulis dari kisahmu,

      bukan maksudku menuduhmu,
      tapi itu cerita cintaku,
      dengan seorang yang menimpuk rindu,
      dalam hatiku membengkakkan tangisku,

      maaf sahabatku...
      jangan sedih gitu,
      aku jadi makin tersedu,

      aku tulis kisahku,
      karna dia yang menghilang dariku,
      pasti datang ke blogmu,
      membaca kata2ku,

      karna dia sedang ragu,
      dengan ketulusan cintaku,
      jadi semua yang komen di puisiku,
      dia akan membaca tentangku...

      hehehe maaf nulisnya banyak,
      jangan marah ya ... :)

      Hapus
    3. aku kan selalu berprasangka baik padamu
      tetapi asal kau tahu itu kisah sejatiku
      mungkin akan sangat banyak kisah yang sama
      tetapi tetap kan ada beda
      hampir semua puisiku itu curahan hatiku
      untuk dia yang telah meninggalkanku
      15 tahun yang lalu, ia meninggalkanku
      bukan waktu yang singkat bukan hingga sekarang
      coba kau bayangkan, aku tak mampu memupus cintaku
      meskipun telah ada cinta yang baru
      ia selalu hadir menemani mimpiku
      bahkan menghapus air mataku...
      betapa pedih perjalanan cintaku
      karna egonya ia tak mengakui perasaanya
      jika ia pun masih cinta
      namun apadaya, sudah sama-sama ada yang punya

      apakah kau masih merasa bahwa kisah ini kisah cintamu.

      semoga kamu bisa mengerti

      Hapus
    4. kisah cintamu bukan kisah cintaku,

      orang yang aku cinta masih sendiri,
      seperti aku yang selalu sepi,
      tapi aku tak punya patah hati,
      terus tetap setia menanti,
      karna tak tahu kemana mencari...

      aku sangat mengerti
      dan aku tidak mengganggap kisah cintamu
      adalah kisah cintaku...

      Hapus
  3. Jangan kau tanya itu
    jika memang masih meragu
    kuatkan isi hatimu
    Karna semua berawal dari kalbuu,,

    ciyeee.. ciyeee.. ciyee...

    Qeqeqeeeqeeqeeqe...


    AryoCahyaLesmana
    BoekanLahPoejAnGGa

    BalasHapus
    Balasan
    1. aku takkan pernah meragu
      meskipun engkau tetap membisu
      tapi tolong tatap mataku
      agar kutemui beningnya rindu

      makasih Aryo

      Hapus
    2. hehehehe...

      he-em sama2 eah miss..

      tetep cemungud eah miss...

      Hapus
  4. Diri ini belum bisa menjawab pertanyaan itu.
    karena diri ini masih menunggu ilham dari-Nya,
    apakah harus dipertahankan atau tidak..:) ^_^
    semoga jawabanku adalah jawaban-Nya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. aku kan sabar menunggu
      sampai engkau mendapatkan ilham itu
      semoga jawabanmu membahagiakanku

      Hapus
    2. sampai hari ini,,
      aku belum mendapatkan ilhamnya..
      semoga yang memberikan ilham secepatnya menurunkan kepada diri ini yang lagi menunggunya..
      aku sudah tak sabar lagi..
      ingin sekali membahagiakan mereka..

      Hapus
  5. Tentu saja aku masih mencintaimu sayangku.....
    Aku memang terlihat diam, dan membisu untuk tidak bersuara..
    tapi hatiku bicara kalau aku masih mencintaimu....
    Bahkan sampai kapanpun.....
    Kunyatakan kalau engkau adalh Cintaku....
    Walaupun jauh dimata namun dekat dihati...

    BalasHapus
    Balasan
    1. aku merasakan cinta itu
      dalam setiap getar suara yang menyapaku
      jika itu jawabmu
      bahagialah rasa hatiku
      meski tak dapat kita menyatu
      rasa kita tetaplah satu

      Hapus
  6. Jangan ragukan cintaku padamu,
    karena keindakah akan rangkaian tutur kata yang begitu memikat hati, seakan melenakan hatiku untuk selalu menantikan kehadiranmu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. sedikitpun aku tak ragu
      aku kan selalu menanti hadirmu

      Hapus
  7. Balasan
    1. hingga detik ini aku masih semangat

      makasih

      Hapus
  8. Pasti masih ada cintanya untukmu yakinlah...

    BalasHapus
    Balasan
    1. aku pun meyakini itu
      sangat yakin
      dia masih menyinpan cintaku

      Hapus
  9. semoga yang dituju membaca puisi ini ya bu hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. amin
      mudah-mudahan
      sekedar membacanya aja aku udah senang

      makasih

      Hapus
  10. menyentuh sekali sis...
    smoga yg di tuju demekian... :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih mas Budi
      atas hadirnya malam ini

      Hapus
  11. betapa 15 tahun tak dapat memudarkan rasa cinta itu..tak terbayangkan...betapa dalamnya rasa itu, bila kini sudah ada cinta yang terbaik menurutNYA untukmu, kenapa kau khianati itu dgn bayang2 semu 15 thn lalu...ah, kasihan sekali cintamu kini....:o)
    salam hangat selalu.
    maaf selalu telat mampir kesini, maklum y

    BalasHapus
    Balasan
    1. aku pun tak tahu...
      mengapa cinta ini tak jua hilang dari hatiku
      bahkan setelah berkali-kali aku mengusirnya
      aku tahu cinta yang diberikan-Nya saat adalah cinta yang terbaik. dan aku menjaganya
      aku menyayanginya dengan ketulusan
      Cintaku saat ini takkan pernah tergantikan selamanya
      Untuk cintaku di masa lalu, hanya Tuhanlah yang tahu mengapa rasa ini masih dititipkan di hatiku.

      Gak apa-apa kok kang... yang peting jangan sampai gak mampir di sini
      makasih tuk hadirnya

      Hapus
  12. 2 hari gak sempat ngurus blog, pagi ini aku hadir lagi untuk support akan keindahan puisi dan rangkaian kata penuh makna di sini.

    BalasHapus
  13. Mengapa cinta kau pertanyakan,,
    sementara kasih ini bagaikan ombak yang menyapa pantai
    seperti embun di setiap pagi
    mana kala ketidak abadian akan datang
    ingat lah ada pagi setelah malam
    di mana akan kembali kau temui embun di pucuk pucuk dedaunan
    bila saat ini dalam rasa mu cinta kau rasakan redup
    percayalah,,temaram nya akan selalu ada
    hingga kelak akan menjadi gumintang
    untuk mu,untuk hati mu,untuk cinta mu,dan untuk hidup mu
    dalam segenap sisa usia yang ku punya.

    salam santun ... ^_^

    BalasHapus
  14. maaf jika saya belum bisa menjawabnya, membutuhkan waktu lama untuk berpikit , beri saya kesempatan untuk merenung sejenak :D

    BalasHapus
  15. kembali tuk meramaikan di"masih cintakah engkau padaku"

    BalasHapus

Blog ini DOFOLLOW. Tuliskan comentar Anda, Anda akan mendapatkan blaclink secara otomatis.