Kamis, 12 Juli 2012

Senyum Rinduku Kau Abaikan

Syair ini untukmu. Yang pernah menyemai benih di hatiku. Maaf jika syair rindu ini tak berkenan di hatimu. Ini hanya secuil rasa yang pernah tumbuh di hatiku. Syair ini ku beri judul " SENYUM RINDUKU KAU
ABAIKAN " Hadirku tak lagi kau harapkan. Mungkin kau tak sengaja menyemai benih itu di hatiku.
Inilah syairku untukmu.

SENYUM RINDUKU KAU ABAIKAN

Semburat senyum rinduku kau abaikan
Selembar asa pun turut terbang
Jatuh...
Lalu terkubur
Bersama keegoisan rasa yang telah murka
Semesta alam tertunduk
Seakan ikut berduka
Semilir anginpun enggan menyentuh kelopak mekar
Terhuyung langkah gontaiku
Menyusuri jejakmu
Patah sudah sayap rindu
Tak mungkin lagi dapat nikmati
Lembut senyummu...
Sapa sayangmu....
Terkulai sudah jiwa yang merindu
Layu diantara tumpukan jerami asa
Perlahan gugur...
Bak daun-daun yang menguning
Membusuk diantara jejak-jejak hati yang merindu




 

30 komentar:

  1. Saat rindu tak tertuju
    Asa dan gelisah rela menyatu
    Tak sejengkal bisa ku ucapkan
    Tak lagi ku rangkai kata dan ungkapkan
    Aku mungkin bukan yang kau tuju
    Namun disela syair ini, ku meramu
    Dan coba merasa dalamnya rindu itu

    Ku hanya mampu berikan
    Lagu indah penuh sajian
    Kobarkan semangat dalam jiwa
    Jika memang asmara tak mampu bersua..


    AryoCahyaLesmana
    BoekanLAhPoeJanggA

    BalasHapus
    Balasan
    1. pelita kan tetap ada menyinari jiwa
      membakar semangat menyala dalam dada

      makasih mas Aryo

      Hapus
  2. aku tak mengabaikan rindu,
    malah aku semakin malu,
    menerima rindumu yang indah itu,
    karna aku sadar tak bisa terus bersamamu,,,,

    sekali lagi aku tak mengabaikan rindu...


    salam ... :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. meski kita tak bisa bersama
      ada sapa cukuplah penghapus rindu di dada

      salam juga untukmu
      makasih

      Hapus
  3. Obat rindu dimana mana cuma satu ya ketemu langsung sama yang dirindukan. Hehehe. Salam kenal ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. gimana mau ketemu alamat gak jelas hehehe
      makasih kang Asep dah mampir salam kenal kembali

      Hapus
  4. Senyum rindumu yang biru
    Memadati ruang sudut hatimu
    Tapi dia tak pernah tau
    Kalau senyum rindumu terpaut bisu
    Kasiah dech lu...
    he he he

    BalasHapus
    Balasan
    1. senyum rinduku memang terpaut bisa
      tapi ku yakin ia tahu
      karna ia selalu hadir dalam mimpiku

      makasih hadir disini

      Hapus
  5. setiap membaca puisi ibu.
    seperti hidup didalam hidupku..
    soalnya sebagian pernah aku rasakan didalam kehidupan yang nyata.. sungguh.. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. oya... kalau begitu kisahmu sama denganku

      makasih tuk hadirmu

      Hapus
  6. kali ini hanya sekedar menyapa semoga sehat selalu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih tuk sapanya
      semoga kesehatan selalu ada pada kita amin

      Hapus
  7. Balasan
    1. boleh kok

      makasih dah hadir disini

      Hapus
  8. waduh, siapa nih mbak yang sudah mengabaikan senyum rindumu.....tega banget sih....hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. pemilik rinduku mami hehehe

      Hapus
  9. bila di ibaratkan mawar.. Janganlah dirimu layu...

    BalasHapus
    Balasan
    1. aku takkan layu
      aku kan tetap tegar

      makasih tuk hadirnya

      Hapus
  10. jejak-jejak hati yang merindu...terkesima aku saat membacanya..sungguh sarat makna :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. itulah jejak rindu hatiku
      saat ini sedang beku oleh jarak dan waktu

      Hapus
  11. aq rindu.. blognya sudah difollow#47 saya minta follbeknya ya mbak.. minta dukungannya mmasih newbie...

    BalasHapus
    Balasan
    1. aku juga pasti kan rindu
      jika kamu lama tak mengunjungiku

      Hapus
  12. malem mbak

    Apa syair yg tercipta ini menggambarkan isi hati penulisnya sekarang?

    BalasHapus
    Balasan
    1. menggambarkan atau tidak
      syair itu keluar dari lubuk hatiku

      terima kasih hadir di sini
      jangan lupa kembali lagi

      Hapus
  13. biarkan rindu itu mengawang diantara sela ranting kehidupan, kesabaran menantikan sang rindu sekian lama kelak kan didapat hikmah yang agung dihadapan-NYA.
    salam sehat selalu mohon maaf lahir bathin menjelang puasa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. mudah-mudahan kang
      akan ada hikmah dibalik semua ini

      maaf lahir bahtin juga kang

      Hapus
  14. Maafkan Daku
    Bila sementara ini aku mengabaikan Senyummu
    Karena ada beberapa kegiatan yang perlu untuk di kebut. Biar bisa kelar lebih cepat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. aku selalu memaafkan
      aku tahu....
      engkau tak mengabaikanku
      selamat berjuang
      tetap semangat

      Hapus
  15. Malem mbak, hadir kembali menyimak puisi. :)

    BalasHapus

Blog ini DOFOLLOW. Tuliskan comentar Anda, Anda akan mendapatkan blaclink secara otomatis.