Sabtu, 09 Februari 2013

Bait Aksara ku

Salahkah ku bait aksara ku
Aksara hatiku lantunan jiwaku
Maaf, jika tak berkenan di hatimu

Bait aksara ku masihlah tentang pilunya hatiku
Pilunya mencintaimu yang tak mungkin kan ku rengkuh dalam pelukanku
Sampai kapan pun
Tak dapat ku raih hatimu

Bait aksara ku, tangisan pilu hatiku
Aku tahu......
Aku bukan rembulan yang mampu memberimu indah
Aku bukan pelangi yang mampu meronai hari
Aku bukan embun yang mampu memberimu sejuk
Dan aku bukan sebatang pohon rindang yang mampu memberimu keteduhan

Tetapi.....
Aku punya ketulusan
Aku punya kesungguhan
Aku punya setitik sinar yang kan mampu memberimu terang
Meski tak secerah sinar mentari
Namun sinarku takkan pernah padam

Bait aksara ku, goresan suara hatiku
Bait ini tidaklah beraturan lagi
Tak punya irama dan tak beritme
Karna alur hatiku tiada menentu
Terkadang seri begitu indah
Terkadang mendung menebal badai
 Kadang rinai menguyur bak air bah

Ah....
Bilakah bait aksara ku temui titik akhir
Penghujung cerita
Sungguh hati telah lelah
Mengait kata






 

8 komentar:

  1. bagus mbak puisinya dan salam kenal ya

    BalasHapus
  2. halo mbak..
    pagi ini masih mengait kata kah..? ajarin saya dong..hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. hallo juga Mami Zidane
      selagi jantung ini masih berdetak
      kata demi kata itu masih akan aku kait mami hehe

      Hapus
  3. akupun bukan pelangi
    juga bukan bintang indah dimalam hari
    juga bukan secerah mentari

    tapi...

    aku suka bait aksaramu ini :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih Anisayu

      itulah bait aksaraku yang sederhana

      Hapus
  4. salam kenal... beruntung sekali "someone" yang jadi inspirasi puisi ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. salam kenal kembali Bunda Riyang

      Hapus

Blog ini DOFOLLOW. Tuliskan comentar Anda, Anda akan mendapatkan blaclink secara otomatis.